memilih pakaian anak balita

Jawablah Ketika Si Kecil Bertanya

Perkembangan setiap anak dapat berbeda-beda. Dan sesuai dengan masa perkembangannya, ada saat dimana anak begitu banyak bertanya. Segala yang dilihat atau didengarnya akan menjadi bahan pertanyaan. Hal ini normal karena ia ingin belajar sehingga rasa ingin tahunya besar. Jika masa ini diabaikan oleh orang terdekat anak, dikhawatirkan akan menghambat perkembangan wawasannya. Kita harus memahami bahwa mendengar, melihat dan bertanya bisa jadi merupakan gerbang menuju ilmu pengetahuan.

Memiliki anak yang banyak bertanya seharusnya merupakan kebanggaan bagi para orang tua karena ini pertanda bahwa si kecil ingin maju dan berkembang. Karena dengan banyak bertanya akan memberi kesempatan kepadanya untuk menimba ilmu pengetahuan dan pengalaman lebih luas. Dengan bertanya akan memupuk keberanian dan rasa percaya diri anak.

Untuk menjawab pertanyaan anak, ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh para orang tua, antara lain:

  • Pahami pertanyaan anak

Ada dua jenis pertanyaan yang diajukan oleh anak. Pertama adalah pertanyaan yang diajukan karena anak benar-benar tidak tahu dan membutuhkan jawaban. Sedangkan yang kedua adalah pertanyaan yang berbentuk konfirmasi. Anak ingin persetujuan dari orang tua tentang suatu hal atau masalah. Tapi tidak menutup kemungkinan anak mengajukan pertanyaan hanya karena iseng dan ingin mendapat perhatian saja.

Jadi jangan terburu-buru ingin menjawab pertanyaan si kecil. Apalagi sampai memotong pertanyaannya. Ingatlah, kita bukan sedang cerdas cermat dengan mereka. Biarkan ia menyelesaikan kalimatnya, pahami maksudnya, maka kita bisa menjawab pertanyaan si kecil secara tepat.

  • Jawaban yang diberikan hendaknya ringkas dan sederhana

Berilah jawaban dengan bahasa sesederhana mungkin mengingat perbendaharaan katanya masih sangat terbatas. Gunakan kalimat yang pendek. Hemat kata tapi penuh makna.

  • Sesuaikan dengan umur anak

Setiap tingkatan umur memiliki kemampuan yang berbeda dalam menangkap informasi yang diperolehnya. Jadi kita harus pandai memilah dan memilih kata yang akan digunakan, sehingga jawaban yang diberikan memang sesuai dengan usianya. Jangan sampai memberikan jawaban diluar jangkauan pemikirannya.

  • Perhatikan tingkat emosinya

Setiap kondisi mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap daya serap dan pemahaman anak terhadap jawaban yang diberikan. Yang diperlukan adalah kemampuan orang tua untuk memahami kepribadian anaknya. Kondisi gembira tentu berbeda dengan kondisi sedang marah atau sedih, bukan?

  • Jangan berbohong

Jawaban yang bohong berarti mengajarkan anak untuk berbohong. Orang tua dalam memberikan jawaban hendaknya jujur. Kejujuran akan menaruh kepercayaan anak kepada orang tua. Jawaban yang asal-asalan pun dapat berakibat salah persepsi, Jawaban itu dapat terbawa hingga dewasa dan tertanam di dalam hatinya. Jadi pertimbangkan terlebih dahulu akibat atau dampak yang bisa ditimbulkan oleh jawaban tersebut pada kehidupan anak di kemudian hari.

Pada akhirnya, ketika anak bertanya janganlah menganggapnya sebagai beban, apalagi dimarahi. Justru harus didorong agar punya keberanian untuk bertanya.

Share: