kain untuk pakaian anak

Mengulik Proses Produksi Konveksi Pakaian

Busana hasil konveksi sangat menarik untuk dibeli karena harga yang relatif terjangkau. Dalam proses produksi konveksi membedakan model, warna, ukuran pakaian. Sehingga sangat cocok digunakan untuk busana keluarga.

Mengenai standar ukuran pakaian dalam proses produksi menjahit mengikuti ukuran umumnya. Anda dapat membeli pakaian tersebut tanpa memilih ukuran yang pas.

Selain digunakan untuk seragam keluarga, pakaian konveksi juga digunakan untuk seragam kantor dan kampus atau sekolah. Untuk mengetahui bagaimana proses produksi konveksi, simak ulasan dibawah ini!

Proses Produksi Konveksi Pakaian

Hal yang pertama dipikirkan dalam proses produksi pakaian adalah memilih bahan pakaian. Misalnya proses produksi konveksi kaos meggunakan bahan polyster atau kaos katun combed. Setelah itu mengikuti langkah-langkah berikut.

  1. Proses Desain

Umumnya dalam kegiatan produksi konveksi akan mengikuti tren yang sedang hits di pasaran. Sehingga sangat jarang pemilik konveksi membuat pakaian sesuai keinginannya sendiri. Adapun desain yang diusung dari tren mancanegara atau nasional.

Dalam praktiknya, ada juga konsumen yang menyediakan desain sendiri. Apabila kondisi ini terjadi maka pabrik konveksi akan lebih ringan mengerjakannya.

Saat mengerjakan desain seharusnya pesanan desain pelanggan satu tidak boleh sama dengan desain pelanggan lainnya. Sebab jika desain sama persis akan dinilai plagiat.

  1. Pengukuran Bahan

Dalam bisnis konveksi mengenal ukuran standar pakaian seperti S, M, L, hingga XL. Apabila konsumen ingin ukuran ekstra maka sediakan ukuran XXL, XXXL, sampai X5L. Semakin besar ukuran pakaian maka harganya akan bertambah mahal.

Selain itu, pengukuran bahan juga disesuaikan dengan tingkat kerumitan desain. Sehingga bisa saja bahan yang digunakan banyak tetapi untuk ukuran pakaian S atau M.

  1. Pemotongan Bahan

Biasanya proses potong bahan pakaian konveksi menggunakan suatu mesin potong satu kali jalan. Seringkali terkadi kesalahan potongan ukuran. Oleh karena itu, cek mesin pemotong, ukuran, dan pola pakaian sebelum menggunakannya.

  1. Sablonase

Selanjutnya dari bahan kain yang telah dipotong sesuai pola dan ukuran akan disablon berdasarkan desain pesanan dari konsumen. Dalam proses sablonase dilakukan cukup memakan waktu dan harus hati-hati.

Apabila terjadi sedikit kesalahan saat sablonase maka merusak bahan. Biasanya dalam proses sablonase ditangani oleh tukang sablon yang berpengalaman.

  1. Penjahitan

Proses penjahitan bahan akan dilakukan setelah sablonase selesai dan kering dengan maksimal. Dalam penjahitan pakaian konveksi memerlukan banyak mesin. Seperti mesin obras, mesin jahit, dan mesin melubangkan kancing.

Pada proses satu ini para penjahit dituntut lebih rapi dan menjahit sesuai aturan jahitan. Contohnya ukuran mili dari obras. Biasanya dalam proses menjahit ditangani oleh penjahit berpengalaman.

  1. Proses Finishing

Proses finishing merupakan proses penting yang dapat dilakukan semua karyawan. Proses ini meliputi pengecekan jahitan, pembersihan benang, kontrol kualitas, dan proses press dengan setrika uap.

Penggunaan press setrika uap bertujuan agar hasil konveksi terlihat rapi dan licin. Dalam proses finishing akan dipisahkan pakaian dengan jahitan cacat dan lecet dengan pakaian yang hasilnya sempurna.

  1. Proses Packaging

Saat melakukan proses packaging atau pengepakan pakaian konveksi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Sebab, pakaian harus dipisahkan berdasarkan warna dan ukuran. Packaging menggunakan plastik bening dan perekat yang kuat.

Namun, packaging juga dapat disesuaikan dengan pesanan dari konsumen. Misalnya packaging dengan kardus keci atau kertas ala vintage. Packaging yang baik juga menentukan harga dari pakaian konveksi.

Seperti itulah proses produksi konveksi yang biasanya dilakukan oleh perusahaan konveksi pakaian. Setelah itu dilanjutkan dengan proses distribusi pakaian melalui konsumen atau agen-agen.

Share:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *